Pages

4 Jan 2011

7 Langit, 7 Malaikat Penjaga, n’ 7 Amal Sang Hamba

Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu.
Dari Ibnu Mubarak dan Khalid bin Ma’dan, mereka berkata kepada Mu’adz bin Jabal, “Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yang telah Rasulullah ajarkan kepadamu, yang telah dihafal olehmu dan selalu diingat-ingatnya karena sangat kerasnya hadits tersebut dan sangat halus serta dalamnya makna ungkapannya. Hadits manakah yang engkau anggap sebagai hadits terpenting?”
Mu’adz menjawab, “Baiklah, akan aku ceritakan…” Tiba-tiba Mu’adz menangis tersedu-sedu. Lama sekali tangisannya itu, hingga beberapa saat kemudian baru terdiam. Beliau kemudian berkata, “Emh, sungguh aku rindu sekali kepada Rasulullah. Ingin sekali aku bersua kembali dengan beliau…”. Kemudian Mu’adz melanjutkan:

Suatu hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw. yang suci, saat itu beliau tengah menunggangi untanya. Nabi kemudian menyuruhku untuk turut naik bersama beliau di belakangnya. Aku pun menaiki unta tersebut di belakang beliau. Kemudian aku melihat Rasulullah menengadah ke langit dan bersabda, “Segala kesyukuran hanyalah diperuntukkan bagi Allah yang telah menetapkan kepada setiap ciptaan-Nya apa-apa yang Dia kehendaki. Wahai Mu’adz….!
Labbaik, wahai penghulu para rasul….!
Akan aku ceritakan kepadamu sebuah kisah, yang apabila engkau menjaganya baik-baik, maka hal itu akan memberikan manfaat bagimu. Namun sebaliknya, apabila engkau mengabaikannya, maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah Azza wa Jalla….!
Wahai Mu’adz…
Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkati dan Mahatinggi telah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan petala langit dan bumi. Pada setiap langit terdapat satu malaikat penjaga pintunya, dan menjadikan penjaga dari tiap pintu tersebut satu malaikat yang kadarnya disesuaikan dengan keagungan dari tiap tingkatan langitnya.

Suatu hari naiklah malaikat Hafadzah dengan amalan seorang hamba yang amalan tersebut memancarkan cahaya dan bersinar bagaikan matahari. Hingga sampailah amalan tersebut ke langit dunia (as-samaa’I d-dunya) yaitu sampai ke dalam jiwanya. Malaikat Hafadzah kemudian memperbanyak amal tersebut dan
mensucikannya.
Namun tatkala sampai pada pintu langit pertama, tiba-tiba malaikat penjaga pintu tersebut berkata, “Tamparlah wajah pemilik amal ini dengan amalannya tersebut!! Aku adalah pemilik ghibah… Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk mencegah setiap hamba yang telah berbuat ghibah di antara manusia -membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan orang lain yang apabila orang itu mengetahuinya, dia tidak suka mendengarnya- untuk dapat melewati pintu langit pertama ini….!!”
Kemudian keesokan harinya malaikat Hafadzah naik ke langit beserta amal shalih seorang hamba lainnya. Amal tersebut bercahaya yang cahayanya terus diperbanyak oleh Hafadzah dan disucikannya, hingga akhirnya dapat menembus ke langit kedua. Namun malaikat penjaga pintu langit kedua tiba-tiba berkata, “Berhenti kalian…! Tamparlah wajah pemilik amal tersebut dengan amalannya itu! Sesungguhnya dia beramal namun dibalik amalannya itu dia menginginkan penampilan duniawi belaka (‘aradla d-dunya).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalan si hamba yang berbuat itu melewati langit dua ini menuju langit berikutnya!” Mendengar itu semua, para malaikat pun melaknati si hamba tersebut hingga petang harinya.

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan sang hamba yang nampak indah, yang di dalamnya terdapat shadaqah, shaum-shaumnya serta perbuatan baiknya yang melimpah. Malaikat Hafadzah pun memperbanyak amal tersebut dan mensucikannya hingga akhirnya dapat menembus langit pertama dan kedua. Namun ketika sampai di pintu langit ketiga, tiba-tiba malaikat penjaga pintu langit tersebut berkata, “Berhentilah kalian…! Tamparkanlah wajah pemilik amalan tersebut dengan amalan-amalannya itu! Aku adalah penjaga al-Kibr (sifat takabur). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku, karena selama ini dia selalu bertakabur di hadapan manusia ketika berkumpul dalam setiap majelis pertemuan mereka….”

Malaikat Hafadzah lainnya naik ke langit demi langit dengan membawa amalan seorang hamba yang tampak berkilauan bagaikan kerlip bintang gemintang dan planet. Suaranya tampak bergema dan tasbihnya bergaung disebabkan oleh ibadah shaum, shalat, haji dan umrah, hingga tampak menembus tiga langit
pertama dan sampai ke pintu langit keempat. Namun malaikat penjaga pintu tersebut berkata, “Berhentilah kalian…! Dan tamparkan dengan amalan-amalan tersebut ke wajah pemiliknya..! Aku adalah malaikat penjaga sifat ‘ujub (takjub akan keadaan jiwanya sendiri). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku agar ridak membiarkan amalannya melewatiku hingga menembus langit sesudahku. Dia selalu memasukkan unsur ‘ujub di dalam jiwanya ketika melakukan suatu perbuatan…!”

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan seorang hamba yang diiring bagaikan iringan pengantin wanita menuju suaminya. Hingga sampailah amalan tersebut menembus langit kelima dengan amalannya yang baik berupa jihad, haji dan umrah. Amalan tersebut memiliki cahaya bagaikan sinar matahari.
Namun sesampainya di pintu langit kelima tersebut, berkatalah sang malaikat penjaga pintu, “Saya adalah pemilik sifat hasad (dengki). Dia telah berbuat dengki kepada manusia ketika mereka diberi karunia oleh Allah. Dia marah terhadap apa-apa yang telah Allah ridlai dalam ketetapan-Nya. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal tersebut melewatiku menunju langit berikutnya…!”

Malaikat Hafadzah lainnya naik dengan amalan seorang hamba berupa wudlu yang sempurna, shalat yang banyak, shaum-shaumnya, haji dan umrah, hingga sampailah ke langit yang keenam. Namun malaikat penjaga pintu langit keenam berkata, ‘Saya adalah pemilik ar-rahmat (kasih sayang). Tamparkanlah amalan
si hamba tersebut ke wajah pemilikinya. Dia tidak memilki sifat rahmaniah sama sekali di hadapan manusia. Dia malah merasa senang ketika melihat musibah menimpa hamba lainnya. Rabb Pemeliharaku memerintahkanku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku menuju langit berikutnya…!’
Naiklah malaikat Hafadzah lainnya bersama amalan seorang hamba berupa nafkah yang berlimpah, shaum, shalat, jihad dan sifat wara’ (berhati-hati dalam bermal). Amalan tersebut bergemuruh bagaikan guntur dan bersinar bagaikan bagaikan kilatan petir. Namun ketika sampai pada langit yang ketujuh, berhentilah amalan tersebut di hadapan malaikat penjaga pintunya. Malaikat itu berkata, ‘Saya adalah pemilik sebutan (adz-dzikru) atau sum’ah (mencintai kemasyhuran) di antara manusia. Sesungguhnya pemilik amal ini
berbuat sesuatu karena menginginkan sebutan kebaikan amal perbuatannya di dalam setiap pertemuan. Ingin disanjung di antara kawan-kawannya dan mendapatkan kehormatan di antara para pembesar. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amalannya menembus melewati pintu langit ini menuju langit sesudahnya. Dan setiap amal yang tidak diperuntukkan bagi Allah ta’ala secara ikhlas, maka dia telah berbuat riya’, dan Allah Azza wa Jalla tidak menerima amalan seseorang yang diiringi dengan riya’ tersebut….!’

Dan malaikat Hafadzah lainnya naik beserta amalan seorang hamba berupa shalat, zakat, shaum demi shaum, haji, umrah, akhlak yang berbuahkan hasanah, berdiam diri, berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka seluruh malaikat di tujuh langit tersebut beriringan menyertainya hingga terputuslah seluruh hijab dalam menuju Allah Subhanahu. Mereka berhenti di hadapan ar-Rabb yang Keagungan-Nya (sifat Jalal-Nya) bertajalli. Dan para malaikat tersebut menyaksikan amal sang hamba itu merupakan amal shalih yang diikhlaskannya hanya bagi Allah Ta’ala.

Namun tanpa disangka Allah berfirman, ‘Kalian adalah malaikat Hafadzah yang menjaga amal-amal hamba-Ku, dan Aku adalah Sang Pengawas, yang memiliki kemampuan dalam mengamati apa-apa yang ada di dalam jiwanya. Sesungguhnya dengan amalannya itu, sebenarnya dia tidak menginginkan Aku. Dia menginginkan selain Aku…! Dia tidak mengikhlaskan amalannya bagi-Ku. Dan Aku Maha Mengetahui terhadap apa yang dia inginkan dari amalannya tersebut. Laknatku bagi dia yang telah menipu makhluk lainnya dan kalian semua, namun Aku sama sekali tidak tertipu olehnya. Dan Aku adalah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, Yang memunculkan apa-apa yang tersimpan di dalam kalbu-kalbu. Tidak ada satu pun di hadapan-Ku yang tersembunyi, dan tidak ada yang samar di hadapan-Ku terhadap segala yang tersamar….. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang belum terjadi. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah berlalu sama dengan pengetahuan-Ku terhadap yang akan datang. Dan pengetahuan-Ku terhadap segala sesuatu yang awal sebagaimana pengetahuan-Ku terhadap segala yang akhir. Aku lebih mengetahui sesuatu yang rahasia dan tersembunyi. Bagaimana mungkin hamba-Ku menipu-Ku dengan ilmunya. Sesungguhnya dia hanyalah menipu para makhluk yang tidak memiliki pengetahuan, dan Aku Maha Mengetahui segala yang ghaib. Baginya laknat-Ku….!!

Mendengar itu semua maka berkatalah para malaikat penjaga tujuh langit beserta tiga ribu pengiringnya, ‘Wahai Rabb Pemelihara kami, baginya laknat-Mu dan laknat kami. Dan berkatalah seluruh petala langit, ‘Laknat Allah baginya dan laknat mereka yang melaknat buat sang hamba itu..!
Mendengar penuturan Rasulullah Saw. sedemikian rupa, tiba-tiba menangislah Mu’adz Rahimahullah, dengan isak tangisnya yang cukup keras…Lama baru terdiam kemudian dia berkata dengan lirihnya, “Wahai Rasulullah……Bagaimana bisa aku selamat dari apa-apa yang telah engkau ceritakan tadi…??”
Rasulullah bersabda, “Oleh karena itu wahai Mu’adz…..Ikutilah Nabimu di dalam sebuah keyakinan…”.
Dengan suara yang bergetar Mu’adz berkata, “Engkau adalah Rasul Allah, dan aku hanyalah seorang Mu’adz bin Jabal….Bagaimana aku bisa selamat dan lolos dari itu semua…??”

Nabi yang suci bersabda, “Baiklah wahai Mu’adz, apabila engkau merasa kurang sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan ghibah dan fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara-saudaramu yang sama-sama memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah atau memfitnah orang lain, haruslah ingat kepada pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau telah mengetahui bahwa dalam jiwamu pun penuh dengan aib-aib. Janganlah engkau mensucikan jiwamu dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Jangan angkat derajat jiwamu dengan cara menekan orang lain. Janganlah tenggelam di dalam memasuki urusan dunia sehingga hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang, padahal di sebelahmu terdapat orang lain yang tidak diikutsertakan. Jangan merasa dirimu agung dan terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan membuat habis terputus nilai kebaikan-kebaikanmu di dunia dan akhirat. Janganlah berbuat keji di dalam majelis pertemuanmu sehingga akibatnya mereka akan menjauhimu karena buruknya akhlakmu. Janganlah engkau ungkit-ungkit kebaikanmu di hadapan orang lain. Janganlah engkau robek orang-orang dengan lidahmu yang akibatnya engkau pun akan dirobek-robek oleh anjing-anjing Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Demi yang merobek-robek dengan merobek yang sebenar-benarnya…” (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan dirobek hingga mencapat tulang……..

Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu’adz kembali bertanya dengan suaranya yang semakin lirih, “Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yang akan mampu melakukan itu semua….??”
“Wahai Mu’adz…! Sebenarnya apa-apa yang telah aku paparkan tadi dengan segala penjelasannya serta cara-cara menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi dia yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala…. Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau akan mampu dan selamat dalam menempuhnya…..!!”
Khalid bin Ma’dan kemudian berkata bahwa Mu’adz bin Jabal sangat sering membaca hadits tersebut sebagaimana seringnya beliau membaca Alquran, dan sering mempelajarinya serta menjaganya sebagaimana beliau mempelajari dan menjaga Alquran di dalam majelis pertemuannya.

Al-Ghazali Rahimahullah kemudian berkata, “Setelah kalian mendengar hadits yang sedemikian luhur beritanya, sedemikian besar bahayanya, atsarnya yang sungguh menggetarkan, serasa akan terbang bila hati mendengarnya serta meresahkan akal dan menyempitkan dada yang kini penuh dengan huru-hara yang mencekam. Kalian harus berlindung kepada Rabb-mu, Pemelihara Seru Sekalian Alam. Berdiam diri di ujung sebuah pintu taubat, mudah-mudahan kalbumu akan dibuka oleh Allah dengan lemah lembut, merendahkan diri dan berdoa, menjerit dan menangis semalaman. Juga di siang hari bersama orang-orang yang merendahkan diri, yang menjerit dan selalu berdoa kepada Allah Ta’ala. Sebab itu semua adalah sebuah persoalan bersar dalam hidupmu yang kalian tidak akan selamat darinya melainkan disebabkan atas pertolongan dan rahmat Allah Ta’ala semata.

Dan tidak akan bisa selamat dari tenggelamnya di lautan ini kecuali dengan hadirnya hidayah, taufiq serta inayah-Nya semata. Bangunlah kalian dari lengahnya orang-orang yang lengah. Urusan ini harus benar-benar diperhatikan oleh kalian. Lawanlah hawa nafsumu dalam tanjakan yang menakutkan ini. Mudah-mudahan kalian tidak akan celaka bersama orang-orang yang celaka. Dan mohonlah pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala, kapan saja dan dalam kadaan bagaimanapun. Dialah yang Maha Menolong dengan sebaik-baiknya…
Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah…
Sumber : http://www.hudzaifah.org/Article220.phtml

22 Des 2010

M 4 U (Message for U)

Biaskanlah gundah yg kadang menyapa..
Hapuskan sedih yang tersisa
Kuatkanlah langkah langkahmu..
Karena hidup ini terlalu indah… saudariku…
Apalagi di sesali… tanpa henti…

Entah sampai kapan ku jalani
Perjalanan hidup ini
Lalui hari nan indah  :)
Emosi jiwa membara..
Naluri membuncah…
Gelora jiwa mengiringimu… pasti…

Lama q pandangi senyummu yang kadang menggugahku
Indah.. memang kenangan waktu dulu…
Ada rasa “rindu” kala kuingat masa itu…
Yang tak lekang oleh waktu…
Untukmu.. dari q..
Lie.. q ingin sesuatu yg terbaik untukmu..
Ingat jangan pernah menyerah.. kau harus slalu menjaganya.. karena
Aku yakin kau bisa melakukannya… Janji Yaaa….

fRom : MarKo… S.S

12 Des 2010

Waktu…


Detak kehidupan itupun terus berlalu… Mengikis hari2 yang jauh tertinggal dan menjadikannya masa lalu.. Sekarang,, esok.. dan masa depan masih jauh menunggu… Tak tentu… Apa qt msh sanggup tuk menemukannya.. merangkainya menjadi masa depan yang secerah pagi… berkawan mentari… Mungkin… bisa jadi… dan Andai saja…Semua yang kuharapkan dapat tercapai.. laksana petani yang menuai padi yang menguning dengan penuh rasa suka cita di paras wajahnya… Itupun kalau semuanya qt rencanakan dg benar dan qt lakukan dengan penuh kesungguhan di tambah bumbu tawakal dalam setiap hentakan…. Ya mudah2an smuanya dapat berjalan lancar. Semoga…

Hmm… tak terasa ternyata.. detik jarum jam cpat sekali berlalu.. bahkan lebih cepat kurasa, Padahal dulu ketika q msh bermain gundu bersama tmn2 q di desa. Masa itu begitu indah kurasa.. dan hari2 pun serasa melambat berganti. Tapi kini semua itu tlah menjelma menjadi sebuah tanggung jawab. Masa di mana tak ada lagi… Gundu ataupun kelereng.. yang ada sebuah perjalanan yg harus kupersiapkan untuk hari esok. Masa depan dan regenerasi tentunya. Ya apakah q sanggup tuk mempersiapkannya. Padahal kadang ada sedikit gundah yg kadang menggoda. Memainkan perannya laksana jurang terjal pada sebuah landscape. Indah, tetapi butuh perjuangan untuk menapakinya. Pasti…

Mimpi… mungkin itu satu hal yang membuat qt semua masih tegar… dalam hantaman ombak kehidupan. Yang kadang qt sendiri terbawa arus lantas tenggelam dalam samudera tak bertepi. Tergilas olah ganasnya ombak. Yang mengaramkan perahu qt. Karena qt lah nakoda kehidupan ini. Tanpa qt sadari semua haluan ataupun tujuan yang akan qt singgahi itulah awal perjalanan hidup qt. yang mau tak mau harus qt jalani demi sang Illahi. Yang jadi soal, “Kemanakah qt akan melabuhkan perahu qt ? “. Ke duniakah ? Ke Akhirat kah ? atau ke mana ?? Semua di ciptakan sama, dg tanggung jawab yang sama oleh Allah, Tapi masalahnya akankah qt sadar bahwa tanggung jawab itu benar2 akan di hisab di akhirat kelak. Pernahkah qt sadar bahwa setiap langkah qt pun akan di mintakan pertanggung jawaban ? Apa kau masih ragu ? dg ketentuan Allah. Ya smoga saja qt semua bisa menunaikan tanggung jawab qt kepadaNya.

Agar saatnya kelak “waktu” untuk qt datang qt sudah siap.. menghadapinya.. Karena qt tak pernah tau kapan waktu itu datang ? Bisa besok, Lusa, Hari ini bahkan Sebentar lagi ? So jangan sia2kan waktu qt… karena sesal tiada guna.. bila ajal tlah tiba....
Doa,,,


Itulah yang slalu qt ucapkan setiap kali qt menyembahNya. Sebagai seorang hamba yang lemah tanpa daya. Hanya keagunganMu lah yang sanggup membimbing kami untuk mendapat HidayahMu,
Setiap q menyembahMu,,,
Terbesit doa dlm hatiku,,,
Ya Allah,,,
Smoga hamba termasuk org2 yang mendapat ridhaMu,,
Bukan murkaMu,,,
Ya Allah,,,
Ya Rabb…
Hanya kepada Engkaulah kami memohon…
AmpunanMu…
Amin..
Ya Rabb…

11 Des 2010

Gayus oh Gayus,,,,

Gue orang…
Ajib…
Yang punya prinsip…
Uang adalah…
Segalanya… hahahahahaaaaaa,,,,,

Meskipun dari hasil korupsi yang penting “duitnya banyak”
Meskipun di penjara yang penting bisa “Picnic”
Meskipun Mafia yang penting “enak”
Meskipun di adili yang penting “bebas”

Huuufffhhh…
Cape deh…
Sama para penegak hukum di negeri ini,,,
Yang buanyaak makan “duit” korupsi pada mau di “suap2” (kayax bayi,,,)
APa mereka gak malu ma Ibu Pertiwi,,,
Apa mereka gax punya hati nurani…
APa lagi sama sang Illahi,,,
Semboyan Ala Gayus… (Gaya terus,,,, ) mesti kena kasusss,,,,


1. “Sesama Mafia Saling melindungi.”
2. “Korupsi rame2.”
3. “Penjara no way.” But “suap” the way

The End….


2 Des 2010

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT…

Dipetik dari islam itu Agamaku
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini.

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu;.
1)Keluarga
2)Hartanya
3)Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu ;

1)Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2)Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad …
Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik,

” Wahai Fulan Anak Si Fulan..

• – Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
• – Apakah Kau Yang Telah Mengumpul Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Mengumpulmu
• – Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
• – Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.”

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan ….
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,

” Wahai Fulan Anak Si Fulan…

• – Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah
• – Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
• – Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
• – Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara “

Ketika Mayat Siap Dikafan …
Suara Dari Langit Terdengar Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan

• – Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
• – Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
• – Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
• – Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
• – Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”

Ketika Mayat Diusung. …
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan..

• – Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
• – Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Taubat
• – Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”

Ketika Mayat Siap Disholatkan ….
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan..

• – Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
• – Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
• – Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat ….
terdengar Suara Memekik Dari Langit,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

• Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini

Wahai Fulan Anak Si Fulan…

• – Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
• – Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
• – Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian… .
Allah Berkata Kepadanya, “Wahai Hamba-Ku ….

• Kini Kau Tinggal Seorang Diri
• Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
• Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
• Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
• Padahal , Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
• Hari Ini,….Akan Kutunjukan Kepadamu
• Kasih Sayang-Ku,Yang Akan Takjub Seisi Alam
• Aku Akan Menyayangimu, Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman ,

” Wahai Jiwa Yang Tenang• Kembalilah Kepada Tuhanmu

• Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
• Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
• Dan Masuklah Ke Dalam Jannah -Ku”

Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, beliau bersabda “wakafa bi almauti wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin….
Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca pesan ini . Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita . kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau bila kedatanganNya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita bila kematian akan menjemput kita???

WALLAHUALAM…

Source: http://nursyirah.wordpress.com/2010/10/16/suara-yang-didengar-mayat/

1 Des 2010

Coretan Buat Wanita

Posted on Oktober 16, 2010 by nursyirah
by Islam Itu Agamaku

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Allah Swt mengutus 124 ribu Nabi dan Rasul tak ada satu orang pun dari kalangan wanita, tapi tak ada seorang nabi pun terkecuali Adam a.s yang lahir MELAINKAN dari rahim wanita, begitu mulianya seorang wanita sehingga dari rahimnya Allah swt hadirkan kekasih-kekasih Allah Swt yang membawa risalah demi mencapai kehidupan yang harmoni didunia dan akhirat.

Nabi saw bersabda : “ Wahai sekalian wanita, sesungguhnya yang paling baik diantara kalian akan memasuki surga sebelum orang yang paling baik di antara lelaki. Mereka akan mandi, dan memakai minyak wangi dan menyambut suami-suami diatas keledai-keledai merah dan kuning. Bersama mereka anak-anak kecil, mereka seperti batu permata yang berkilau”

Bahkan Rasulullah bersabda : “ Sampaikanlah kepada seluruh wanita yang kamu jumpai, bahwasanya : “Taat kepada suami dengan penuh kesadaran, maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah Swt, tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang mau menjalankannya”

* Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari pada 70 orang wali, seorang wanita yang jahat lebih buruk   dari pada 1.000 orang lelaki yang jahat.
* Isteri yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang maka Allah akan memandangnya dengan pandangan rahmat.
* Seorang wanita yang menyusui anaknya hingga cukup tempoh yaitu 2 ½ tahun, maka malaikat-malaikat di langit akan mengabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
* Sungguh burung-burung diudara , ikan-ikan dan malaikat dilangit meminta keampunan untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya selama ia sentiasa dalam kerelaan suaminya.
* Siapa saja isteri yang meninggal dunia, sedang suaminya ridha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk surga.
* Bila seorang suami pulang kerumah dengan perasaan gelisah, dan isterinya menghiburnya maka isterinya akan mendapatkan pahala jihad.
* Bila seorang wanita, mengerjakan dan menjaga solatnya, berpuasa pada bulan ramadhan, menjaga amanah suaminya dan mentaati suaminya, Allah Swt akan memberikan izin padanya untuk memasuki syurga melalui pintu mana saja yang disukainya.
* Bila seorang wanita hamil solat 2 rakaat adalah lebih baik dari pada 80 rakaat wanita yang tidak hamil.
* Bila seorang wanita tidak dapat tidur kerana sakit dan menyusukan anaknya, Allah Swt akan mengampuni seluruh dosa-dosanya dan mendapatkan pahala 12 tahun ibadah.
* Bila seorang wanita menyapu rumahnya dengan berzikir maka Allah Swt akan memberikan pahala meyapu Ka’bah.
* Bila seorang wanita hamil , sehingga dia melahirkan anaknya, Allah Swt akan memberikan pahala sebagaimana ia berpuasa pada siang hari dan solat sepanjang malam.
* Bila seorang wanita meninggal diantara 40 hari setelah melahirkan anaknya, ia mendapatkan pahala syahid.
* Bila seorang wanita mendorong suaminya keluar dijalan Allah swt, dan dia dapat menerima dengan ikhlas segala kesulitan yang disebabkan ketidaan suaminya, maka ia akan memasuki syurga 500 tahun lebih dulu dari suaminya. Dan 70.000 malaikat akan menyambutnya , dan ia akan menantikan suaminya di surga.
* Bila seorang anak menangis di malam hari, dan ibunya tidak marah tetapi membujuknya, ia akan mendapatkan pahala satu tahun Ibadah.
* Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah Swt di akhirat tetapi Allah Swt datang sendiri kepada wanita yang menjaga auratnya, yaitu memakai purdah didunia secara istiqomah. Begitu mudahnya seorang wanita mendapatkan keridhaan Allah Swt mana kala dia taat kepada suaminya , tentunya ketaatan disini dalam batasan-batasan Agama , kerana mana kala seorang suami sudah melanggari apa yang digariskan agama maka tidak ada lagi ketaatan bagi seorang wanita. Kerana “Tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam mendurhakai AL-Khalik”

Sebagaimana kisah Asiah isteri Fir’aun. Di tengah-tengah kaum yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, ia tetap berpegang teguh kepada Allah Swt, walaupun untuk menjaga keimanan tersebut , ia harus menerima kematian ditangan suaminya sendiri, yaitu Fir’aun la’natullahu ‘alaihi. Rasulullah saw bersabda bahwa wanita yang terbaik dan paling sempurna adalah Asiah isteri Fir’aun dan Maryam.

Syekh Ibarahim Ali mengatakan seorang wanita jika sudah dominan dalam kehidupan lelaki, maka ia akan menjadi buah hati dan ruhnya. Bahkan akan menjadi segenap badan dan perasaan lelaki. Semua tindakan kebaikan atau kejahatan yang dilakukan oleh seorang pria, karena dorongan wanita. Fikiran dan amal para wanita muslimah akan ikut serta berhembus dengan angin, mengalir dengan air, menyatu dengan tanah, tanpa memerlukan kenderaan untuk membawanya, tanpa memerlukan tenaga untuk mengangkutnya. Kebaikan yang akan merebak atau kejahatan.. Semua tergantung kepada amalan para wanita.

Dalam buku Ya binti waya ibnii , Ali Atthonthowi menulis :

“Wahai puteriku, pintu kebaikan ada di hadapanmu. Kunci pintu itu ada ditanganmu. Jika engkau meyakininya dan engkau berusaha memasuki pintu itu, maka keadaan akan berubah dan menjadi baik. Engkau benar puteriku, bahawa kaum pemuda lah yang pertama melangkah menempuh jalan dosa, bukan wanita, tetapi ingat, bahawa tanpa kerelaanmu dan tanpa kelunakan sikapmu, mereka tidak akan berkeras melangkah maju”

Sekarang sudah jelas dengan apa dan bagaimana seharusnya kita bersikap, wanita akan mejadi baik ketika para pemuda dapat mengarahkan wanita kearah kebaikan, selama dari pihak pemuda tidak mempunyai keinginan kearah tersebut maka segala bentuk perbaikan akan sia-sia…

Source : http://nursyirah.wordpress.com/2010/10/16/coretan-buat-wanita

Tanggalan