2 Feb 2011

Lembar Kehidupan

Bismillahirrahmanirrahiim…

Tumpukan-tumpukan itu tlah usang kini, keadaaanmu sangat memprihatinkan dengan tubuh yang penuh debu, warnamu yang telah memudar karena usia. Dan pesan-pesanmu yang telah terlupakan. Sungguh malang nian nasibmu, tergambar kesedihan yang dalam pada wajahmu. Tapi dengan sabar dan tawakal kau coba untuk mengacuhkannya. Kau masih berprasangka baik pada tuanmu. Dan kamu masih setia menunggunya, berharap waktu akan menyadarkan kembali untuk menemuimu lagi. Meskipun kamu tak tau kapan hari itu akan datang ?,kesabaranmu sungguh tiada tara. Melebihi seorang Ibu yang membuai anaknya dalam peluknya hingga masa itu tiba, bahkan melebihi ketangkasan seorang Imam dalam memimpin keluarganya meski nyawa taruhannya. Kasih sayangmu tak terbatas seperti nafas yang telah memberi kehidupan, karena dalam prinsipmu tak ada kata “menyerah dan kalah”. Karena kaulah pemenang sejati. 

Dalam harapmu kau selalu berdoa : “Semoga lindungan dan petunjuk membimbingnya kembali padaku untuk kembali mengingatMu Ya Rabb”.

Kesedihan itu masih terlihat jelas disana, kulihat kondisimu yang tak juga terawat dengan baik seperti dulu. Di saat tuanmu masih sangat setia denganmu, tuanmu slalu meletakanmu di atas mushaf yang bersih dan indah seolah-olah kaulah pujaan hatinya. Merawatmu tanpa lelah dan membuka lembar demi lembar dengan lantunan suara yang paling merdu mengharapkan keridhaanNya.

Tapi entah mengapa tuanmu sekarang enggan untuk menyentuhmu, apalagi menciummu seperti dulu yang selalu dia lakukan sebelum membacamu, namun sekarang hal itu tidak pernah dilakukannya lagi. Padahal kamu sungguh sangat berarti untuknya.

Bukankah keabadian ada padamu?

Karena lewat dirimulah semuanya tergambar jelas. Seterang pengetahuanmu antara awal dan akhir kehidupan ini.

Bukankah semua hal ada padamu?

Pengetahuanmu tentang segala sesuatu tak di ragukan lagi. Kecerdasanmu melebihi semua profesor didunia ini. Dalam dirimulah Dia yang Esa telah memilihmu menjadi media untuk mengenal keagunganNya. Antara yang hak dan yang batil, antara yang halal dan yang haram. Sehingga kau pun berjuluk “petunjuk hidup”. Karena tanpamu bisa di pastikan kehidupan ini akan carut-marut tanpa pembimbing. Kaulah yang senantiasa menyusupkan kedamaian dalam tiap-tiap hati insanNya.

Sekarang tuanmu masih saja sibuk dengan aktivitasnya yang hampir menguras waktu 24 jam, sehingga tak ada waktu lagi untuk bercengkrama denganmu, tapi kamu masih memakluminya.

Hari ini mungkin tuanmu sedang asyik dengan hobinya sehingga lupa akan dirimu bahkan keluargapun kadang dilupakannya, dan kamu masih berharap dia akan mengingatmu lagi.

Dalam kesehariannya tuanmu sedang sibuk dengan bisnisnya yang telah menjelajah angkasa sehingga seolah kaupun tak ada. Tapi kau tak pernah kecewa. Padahal dalam dirimu terkandung hikmah Sang Maha Agung. Yang dengan takdirnya tlah mengubah tuanmu menjadi seperti sekarang ini.

Memiliki kesehatan yang tak semua orang memilikinya ?

Dikarunia keluarga yang tentram dan damai, dan tlah dicukupkan nikmatNya untuk tuanmu tanpa kurang satupun?

“Apa kamu tidak pernah berpikir bahwa semua itu tidak kau dapat dengan keberuntungan?, melainkan kehendakNya lah yang telah memberikannya padamu”. Bisikku.

Memang benar anugerah itu merupakan ujian jika kita mampu menjaganya atau malah bisa jadi musibah jika kita terlena karenanya. Karena semua itu bertujuan supaya kau tidak melupakanNya dalam takdirmu.

Bahwa Dia sang Khalik yang telah mengatur semuanya. Mengajarkan kepadamu cara mensyukuri nikmat-nikmatNya bukan untuk lupa dan mengkufurinya.

Dengan hati-hati kau buka memori dulu tentang tuanmu, saat tuanmu masih hidup berkekurangan materi. Namun dulu tuanmu sangat setia denganmu selalu menjalankan kewajibannya 5 waktu. Bahkan sering sekali bercengkrama denganmu, hampir tiap waktu sehabis sholat fardlu. “Kalau boleh jujur aku sangat merindukan dirimu yang dulu tuanku”. Gumammu lirih. Dengan sabar tuanmu slalu menengadahkan kedua tanganmu di 1/3 malam akhir seraya meneteskan air mata yang jernih dan memohon ampunanNya. Aku sungguh sangat senang kala mengingat masa laluku bersamamu.

“Tapi mengapa engkau seperti ini tuanku” ?

Bukankah dengan semua anugerahNya yang telah diberikan padamu seharusnya kamu lebih berterima kasih kepadaNya ?

Tapi mengapa justru sebaliknya, kau malah asyik dengan semua itu. Semua hal tentang keduniawian, dengan segala pernak-perniknya. Lantas melupakanNya dalam setiap nikmat-nikmatmu.  

Bukankah dulu dalam setiap doamu kau tlah berjanji untuk senantiasa bersyukur padaNya dan mengingatNya dalam setiap nafasmu?.

Tapi mengapa kau mengingkarinya ?.

Mengapa.. ??!

Di saat kamu t’lah mendapatkan semuanya… Kamu malah melupakanNya.. Apakah ini yang disebut Anugerah sebagai cobaan ?

Tapi mengapa kadang kita sebagai manusia tak pernah merenungkannya ?

Masihkah kau ingat ?

Disaat cita-citamu belum juga terkabul padahal kau t’lah berdoa dan berusaha dengan sangat keras. Tapi Tuhanmu belum juga memberikannya.

Lantas kau dengan lantang memprotes ketentuanNya..

Kau berkata : “Tuhan tidak adiiillll” ??!!! dengan jeritan yang paling lantang.

Bukankah seharusnya kau berkaca ? mengoreksi diri dan mengevaluasinya…

Bukankah itu suatu pertanda bahwa Tuhanmu belum mengizinkannya. Bukan Dia enggan memberikannya. Karena Dia lebih tau tentang kamu, cita-citamu dan masa depanmu maka Dia mencari waktu yang paling tepat untukmu sehingga menundanya untuk beberapa waktu. Sehingga pada saat kamu mendapat anugerahNya kamu menyambutnya dengan senyum penuh keihlasan, agar jika waktumu tlah tiba semuanya itu di minta kembali padaNya ? dan kau tidak “menangisinya” karena sesungguhnya kau hanya diberikan amanah untuk menjaganya bukan memilikinya.

Nyawa ?

Harta ?

Keluarga ?

Sadarkah bahwa semua itu titipan ?

Tapi mengapa kau mengklaimnya seolah kau pemilik tunggalnya ?

Bukankah pada sebagian hartamu terdapat hak anak yatim ?

Bukankah kewajiban kita sebagai seorang muslim, agar kau mensucikan hartamu ? dengan memberi pada saudara kita yang berkekurangan.

Tapi mengapa kau sering menghardiknya ?

Mencemoohnya seolah kau paling mulia ?

Bukankah keimanan yang membedakannya ?

Supaya kita selalu mengingatNya.. ketika sedang berdiri.. duduk.. terbaring.. bahkan terkapar tak berdaya.. Asalkan “hayat masih di kandung badan” bukankah kita wajib menyembahNya. Yaitu Allah tiada sekutu bagiNya Tuhan semesta alam.

Sering kucoba tuk mengingatkan masa lalu itu padamu. Tapi ternyata hati tuanku masih beku. Kabut-kabut hitam itu belum juga berlalu… seolah bertambah tebal menyelimuti dinding-dinding hatinya. Hancur laksana besi yang terkikis oleh karat.  Entah apa yang membuat kabut itu belum juga berlalu.

Mungkinkah ?! penyebabnya :

Hati yang tak terjaga ?

Ataukah nafsu dunia yang meraja ?

Mungkin Syariat yang tak sempurna ?

Atau ilmu yang tiada berguna ?

Apakah hidup tanpa Lillahi ta’ala ?

Ataukah setan yang telah merasuknya ? mendarah daging bersama jiwa ?

Tanpa pernah kau menyadarinya ?

Hmm.. apapun itu…

Tapi aku masih sangat berharap kabut-kabut hitam itu hilang seiring kau kembali membacaku, berbagi cerita denganku akan kehidupanmu. Sehingga hatimu kembali bersinar, secerah mentari yang tampak sangat indah dan sinarmu yang sanggup memberi terang dunia. Semoga di sana tercermin akhlak2mu yang bijaksana. Sebagai hambaNya yang selalu mengharapkan keridhaanNya dalam setiap langkah-langkahmu, dan pada akhirnya bermanfaat bagi semua mahluk ciptaanNya dengan penuh keihlasan.

Dan menjadi bekalmu kelak saat memenuhi panggilanNya. Semoga hidayahNya kembali menuntunmu untuk mengingatNya dalam setiap helaan nafasmu dan menjadikanmu hambaNya yang di ridhai. Amin..

Alhamdullilah hirrabil’alamin..

15 Jan 2011

“Pahlawan kecilku “

“Usiamu sungguh belia tapi jiwamu sungguh mulia. Di saat teman-temanmu masih larut dalam selimutnya. Kau harus bangun menjelang subuh, berjibaku membantu ibumu membuat klepon1) dan menyiapkan dagangannya. Lantas menemaninya pergi ke pasar lokal. Berjalan beriringan dengan ibumu sambil menggendong bakul2). Dengan senyum yang slalu tersungging di sana. Penuh dengan ketulusan dan kepolosan. Namun sarat akan keteguhan hidup. Kau tak pernah menyesalinya. Meskipun usiamu baru menginjak 11 tahun“. Dan masih jauh di sebut pemuda. Itu mungkin sedikit kisah tentang “Pahlawan kecilku".

Aku sebut demikian karena bagiku dia lebih dari seorang pahlawan. Dan karena umurnya yg masih sangat belia (kira-kira 11 tahun). Maka kulengkapkan sebutannya sebagai “Pahlawan kecilku”. Dia Lahir dari sebuah keluarga yg sederhana, anak ke3 dari 6 bersaudara, bapakmu bernama Ngadiman. Ibu bernama Narti dan kedua orangtuamu sepakat memberikan nama “Darto” entah apa arti dari sebuah nama tersebut. Tapi yang jelas ada harapan dan doa terselip disana. Rumahnya di sebuah pedesaan yang masih asri di kabupaten bernama Braling. Saya masih ingat betul tempat tinggalnya. Tempat itu sebetulnya tidak terlalu jauh dari Kantor Bupati karena hanya berjarak kira-kira 1,5 Km. Tapi topografi daerah tersebut yang banyak terdapat persawahan dan ladang serta jalan yang masih berbatu. Maka masih di anggap pedesaan. Walaupun sebenarnya raja kecilpun telah bergelar Lurah bukannya Kades3). Darto sangat senang tinggal di sana. Di sebuah rumah semi permanen, dinding rumahnya terbuat dari gedek4). Dengan atap seng di hiasi lubang-lubang kecil karena karat. Ketika hujan turun atap rumah itu menitikan air. Lantainyapun masih alami dari tanah . Tanpa pelur5) apalagi marmer. Tapi di sana tercipta kebahagian yg mungkin tidak semua keluarga merasakannya. Kebahagian sebuah keluarga dalam sebuah kesederhanaan dan sangat jauh dari kemewahan. Tapi kedamaian seolah telah bersatu padu di sana. Sangat jarang kudengar cacian atau kata-kata umpatan terdengar dari rumah itu. Padahal mereka sering sekali punya alasan untuk itu. Dengan anggota keluarga yang berjumlah 8 orang tentunya sangat berpotensi untuk terjadinya pertengkaran diantara sesama penghuni rumah, apalagi selisih umur mereka yang terpaut 2 atau 3 tahun saja. Kalau mereka mau bisa saja si bungsu merengek-rengek minta jajan atau mainan. Atau si sulung dengan egonya memarahi adik-adiknya tanpa alasan yang jelas. Tapi itu tidak mereka lalukan. Mereka terlalu sabar untuk mengatakan kata-kata sia-sia itu. Umpatan atau makian tidak pernah terdengar di sana. Suasana rumah itu begitu damai.

Pagi pukul 06.00 pagi Darto sudah mandi, dengan cekatan bergegas menuju kamar untuk memakai seragam warna merah putih. Tidak lupa sebelum mandi dia telah mencuci piring untuk meringankan pekerjaan orang tuanya. Serta memandikan si bungsu yang berumur 5 tahun. Karena dia tahu orang tuanya terlalu sibuk untuk mengurus ladang atau berjualan di pasar untuk mencukupi semua kebutuhan keluarga. Ketika ayahmu belum berangkat ke ladang engkau selalu menyempatkan berpamitan dengannya sebelum berangkat ke sekolah. Dengan nada lembut dan riang sambil berkata : “ Saya berangkat sekolah dulu ya Pak “ Assalamu’alaikum.. sembari mencium lembut tangan bapakmu. Kemudian sang Ayah menjawab : “wa’alaikum salam ati-ati ya to” Dengan penuh takzim tanganmu melambai kemudian keluar di balik pintu.

Tapi sayangnya hari ini pahlawan kecil ku gak sempat sarapan pagi. Dia cuma bisa minum segelas air putih. Karena hari ini kebetulan berasnya sudah habis. Mesti menunggu ibu pulang dari pasar baru dapur bisa mengepul. Hal itu memang sering sekali terjadi. Maklumlah bapaknya hanya seorang buruh tani sehingga ga ada penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dan ibunya pun berjualan makanan kecil di pasar untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi semua itu tidak membuatnya patah semangat. Setiap pagi Darto berangkat beramai ramai menyusuri jalan dan pematang sawah untuk pergi menimba ilmu di SDN 1 Braling. Lalu dengan tekun belajar disana, saat ini Darto duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.  Tanpa sadar dia melamun “Andai ku telah besar nanti aku ingin menjadi Pengusaha” . gumamnya dalam hati. “Teeeng.. teeengg… “ Tiba-tiba lonceng sekolah berbunyi menyadarkan dari lamunanya. Dan waktu menunjukkan pukul 1 siang tanda selesainya pelajaran sekolah hari ini. Dengan tertib pulang sambil bersalaman dengan ibu guru mereka. Kemudian berjalan beramai-ramai bersama teman-temanmu kembali menyusuri pematang sawah. Sesampainya di rumah engkau langsung mengganti baju dan makan siang. Selesai makan dengan penuh kelembutan engkau langsung memeluk adik bungsumu dan menggendongnya. Lantas mengajaknya bermain-main di halaman rumah sembari bercanda dan tertawa. Sampai waktu menjelang sore hari, kira-kira pukul 04.00 sore engkau bersama Ina, Lutfi, dan Eka pergi ke Langgar6) untuk mengaji kepada ibu Mus hingga menjelang magrib. Ketika malam sebelum berangkat tidur kau selalu menyempatkan diri untuk belajar sejenak atau mengerjakan PR dari sekolah dengan diterangi lampu minyak. Karena rumah Darto belum memakai listrik. Setelah selesai engkau langsung menuju kamar untuk tidur dg adik-adikmu yang lain. Berjubel bersama mereka. Tapi ada rasa bahagia disana. Meskipun sebenarnya ranjang itu terlalu sempit. Tapi suasana hangat dan damai sebuah keluarga selalu tercipta di sana.

Itu yang ku tahu dari keseharianmu, sebagai anak berumur 11 tahun.  Bukankah seharusnya kamu masih bebas menikmati usiamu, bermain-main bersama mereka, tertawa, beramai-ramai pergi kelapangan untuk maen “bola”. Tapi itu tidak kamu lakukan pahlawanku. Kau lebih memilih membantu bapakmu di ladang atau membantu ibumu menjaga adikmu. Dan ada senyum bahagia di sana. Walaupun konsekuensinya kau harus rela kehilangan masa kecilmu yang indah. Bahkan kau pun tak pernah mengeluh, apalagi menangis. Padahal sebagai seorang anak kecil, kamu bisa saja merengek kepada ibu atau bapakmu supaya bisa pergi bermain bersama teman yang lain. Tapi itu tidak kamu lakukan. Aku sungguh bangga kepadamu. Pahlawan kecilku.

Daftar istilah :

1)      Klepon : sejenis kue yang terbuat dari tepung beras berbentuk bulat di dalamnya di isi gula merah di taburi parutan kelapa.

2)    Bakul : Keranjang yang terbuat dari anyaman bambu.

3)    Kades : Kepala desa.

4)    Gedek : Dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

5)    Pelur : Lantai yang terbuat dari semen dan pasir.

6)    Langgar : Mushola atau masjid berukuran kecil.

Hikmah :

1.       Tidak semua teladan itu dari orang penting ataupun orang terkenal karena anak kecilpun sanggup memberikan teladan.

2.     Kesederhaan mampu membawa kebahagiaan dan kedamaian bukan hanya kemewahan.

3.     Seorang anak yang berbakti pada kedua orang tuanya.

Artikel ini di ikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp

11 Jan 2011

Krisis Air

Hari ini 11 Januari 2011 Tempat kerja q lagi kena “Krisis” yang bernama air. Bingung kan ? “Bukannya bulan Januari tuh puncaknya musim hujan y”. ? “Benar kawan”, tapi kenapa ko sampai krisis air y ?.  Memang.. tapi yg saya maksud disini adalah krisis air bersih alias air yang biasa kami dapat sebagai pelanggan PDAM. Karena kebetulan di kantor kami bekerja gak ada fasilitas air sumur. So PDAM adalah satu2nya tempat kami menimba air (wleeekk… lebay… ). Dan sebabnya q pun lom tahu karena memang q sengaja lagi gax pengen tau z. Apalagi cari info sana-sini. Biasanya sie karena dr pihak PDAM ada perbaikan instalasi mungkin ? or may be Something happen ? but What everlah yg penting q msh bs mandi meskipun hrs beli ma bapak2 yg suka keliling jualan air. “Makasih y pak” itu mungkin kata yg biasa qt ucapkan pada saat terbantu oleh orang lan. Terbayang gax teman andai saja krisis air melanda di tempat tinggal mu ? Hayooo.. coba pikirin.. walaupun mungkin Cuma 1 hari, 2 hari or gax lebih dari 1 minggu tapi hal itu pasti sangat merugikan dan menyusahkan qt. Karena tentunya semua mahluk hidup bakal butuh air. Bukan kita saja sebagai manusia. (Egois bgt kyknya sbg manusia nie… kadang gax mikirin mahluk laen… )

Tapi coba deh.. kita flashback ke belakang… Apa yang kita lakukan di saat kita masih di beri nikmat air yang sangat banyak. Mungkinkah kita sering lupa mematikan kran pada waktu mandi … (siapaa yaa… ) atau dengan sengaja membiarkan kran menyala setelah mencuci baju… (di pikir punya kantor nie.. bukan pnya kita.. hayooo.. gw banget… but Cuma kadangkala…. Pas lg rada2. Makanya tuuh.. buat renungan kita bersama…. So pada saat kita di beri kemudahan untuk mendapatkan air kita menggunakannya dg sebaik2nya.. (gax boros2, gax dibuang2 sengaja.. apalagi di buang percuma… ).

Dan satu hal lagi, mungkin krisis itu terjadi juga bukan karena kesalahan dari pihak PDAM saja. Tapi lebih merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai manusia untuk menjaga dan melestarikan sumber2 air di sekitar kita. Atau dengan membiasakan diri dengan pola hidup yang cinta akan lingkungan alam di sekitar kita. Contohnya dengan ikut mendukung program sejuta pohon. Karena dengan begitu udara di sekitar kita jadi sejuk, mengurangi global warming dan tentunya secara tidak langsung telah menjadikan sumber2 air bersih. Gunakanlah lahan2 kosong punya kita untuk di tanami pohon2 jangan di biarkan tetap tandus tak terpelihara. Dan jangan membuang sampah sembarangan.. (siapaa yaa…. Tunjuk jariii… ngelez.com ). Soalnya sampah2 plastik or bahan kimia bisa merusakan kesuburan tanah sehingga berakibat pada tanaman yang gak bisa tumbuh dengan subur…

So.. mulai sekarang… budayakan pola hidup yang cinta akan lingkungan Oke… J ( m’v klo dah telat “kampanye nya”.. dari pada gax sama sekaliii.. Iyaaa kan… ?!!). Karena tentunya alam ini bukan saja untuk qt bersama tapi untuk anak cucu, dan generasi penerus2 kita serta semua mahluk hidup yang ada. GO GREEN… YESSS…..

10 Jan 2011

Bahaya Pornografi Sesungguhnya Secara Detail yang Sangat Amat Perlu Anda Tahu !

Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas.

Just it ???

Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya.

Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya !

Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.

Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !

Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar !

Jadi kalau lagi chatting sambil ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk ngomentarin status-status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar…. Plise………. STOP dulu !!!
Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ???


___________________________________***________________________________________

Kita mulai.

Pada hari Jumat 1 Oktober 2010 saya mengikuti seminar sehari yand diadakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati yang ” dikomandani ” Ibu Elly Risman ,Psi .

Pembicaranya adalah : Ibu Elly Risman,Psi dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D
Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang psikolog senior di negara Amerika sana.

Sedangkan Ibu Elly Risman,Psi adalah pakarnya parenting di Indonesai ini.

Dia berkata :

” percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kita sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran . “

” Negara kita dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kita bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – 0bat dengan penelitian ilmuwan kami. “

” Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya. “

Oia, merebaknya pornografi di Amerika pada saat sekarang, sudah jauh berkurang dibandingkan 20 tahun silam.

Ya ! anak – anak di Amerika sana serta remaja -remaja disana dilanda pornografi 20 tahun lalu. Waktu lagi parah – parahnya banget. Sekarang bisa dikatakan sudah sembuh untuk ukuran penyakit satu negara.

Kalau negera kita Indonesia, sekarang inilah yang lagi merebak – rebaknya !

” Maka dari itu saya datang kesini, karena saya ingin ikut dalam upaya pembersihan pornografi di negara kita ini. Karena negara kamipun pernah dilanda bencana ini. Dan itu sangat mengganggu. Dan syukurnya kami sudah melewati itu sekarang. “

Dia juga berkata : ” I love your country, I love your people ”

( Saya sempat terharu mendengarnya )

2 detik kemudian saya tertawa, karena berikutnya dia mengatakan : ” I love your cendol too “

Gurakrak hahaha !

———————————–***;———————————————————————

Di tubuh kita banyak hormon yang bekerja.

( Tenang bagi yang agak alergi dengan istilah kimia…. meskipun nanti ada istilah kimia, akan dijelaskan secara santai kok ^_^ )

Ada 4 hormon yang yang dirusak cara kerjanya. Hormon ini jika bekerja secara normal. Akan menguntungkan kita. Nah pornografi membuat ke – 4 hormon ini keluar secara berlebihan dan terus menerus.

———————————–***———————————————————————

Inilah “daging” dari artikel ini !

———————————–***———————————————————————
* Dopamine *

Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan suatu soal matematika saat ujian, dateng telat, belom makan, eh pas datang ternyata soalnya susah banget… anda pasrah…. lunglai…. merasa bakal jeblok nilanya…. gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda kerjakan…

Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,…..

YES !!!!!! I Got IT !!!!! Alhamdullillah !

Bagaimana perasaanya ???? Senang yang bukan main bukan ???!!!! Serasa puas campur bahagia !

Sepertu itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI Puas, senang , bahagia di dalam dada.

Eits… tunggu dulu…,

Efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level.

Maksudnya gini… kalau kemaren anda puas dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK, apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ???

Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul gak ???

Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine.

NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus ! sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !

Ilustrasi :

1. Pertama kali si Nyoman akan berteriak ” oh my god gambar apa sih tuh ! ” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip )

2. eh kemaren gambar apa sih … ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus….,

3. Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang ” wuooowwww “

4. Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kancut doank atau langsung bugil.

Begitu seterusnya… dari melihat cewe bugil, melakukan seks, ….. lebih parah…, terus dan terus…,

Harus lebih parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi ” wuooowwww “.

Bisa dibayangkan kan , setelah puas melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun…apa yang harus dilakukan agar merasakan sensasi ” wuooowwww ” ???

Nonton videonya beneran donk ! Lalu seterus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk ! Bener banget !

Waktu melakukan seks juga begitu…. karena dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks yang dilakukan orang normal yang biasa.

Dia selalu butuh teknik seks yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh.

Makanya kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia terpincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah penyimpangan seksual.

Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan, penyiksaan dalam seks.

Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi ” wuooowwww ” tersebut.

Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya.

Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya.

Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi !
* Neuropiniphrin *

Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan.

Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik.

Instingnya ke bisniiiiis mulu !

Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi.

Otaknya selalu berputar – putar dengan yang namanya pornografi.

Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain lain.

Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ” perempuan itu seksi” . Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, ( sambil ngiler diem diem bego gitu )

Lagi berdiri disamping perempuan. langsung otaknya ngeres dah ! padahala perempuannya biasa aja. gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak ! Tapi otaknya sudah yang gimanaaaa gitu.

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak !

Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan. Serign terbayang selalu.

Akibatnya tidak bisa berfikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung-sambungin dengan yang namanya seks.

Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.
* Serotonin *

Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok.

Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang… tentram…, damai,….. piss,…. ( itulah betapa shittnya rokok ! )

Itulah efek kerja dari hormon serotonin.

Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.

Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar.

Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man…..

Efeknya ????!!!!

setiap orang itu kesel… orang itu frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram.

Sedih ya ??? yaiyalah…

Kalo orang stress, pelariannya ke ibadah.. mantep !

Kalo pelariannya ke bermiditasi..keren !

Kalau pelariannya ke hang out bersama teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi ??? yalkkk !
* Oksitosin *

Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ?

Karena hormon oksitosinlah jawabannya.

Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya.

Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu !

Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut !

Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi.

Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ?

Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut.

Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari.

Jyaaaalllk cuih ! terikat batin dengan pornografi !

Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi ???

———————————–***———————————————————————

Itulah penjabaran saya tentang bahaya pornografi yang saya dapat dari Dr. Randall F. Hyde.

Semoga jelas…. semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan. yaiyalah ! yang diserang otak !

Bagi yang baca ini setelah ingin memulai terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah kecanduan dan merasa artikel ini ” kok kayaknya gw banget “, silahkan sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus frend!

Kecanduan pornografi sebenarnya sama dengan kecanduan narkoba. Kalau kencauan narkoba jelas keliatan parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik.

Tahu – tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.

———————————–***———————————————————————

Oia, terakhir nih….,

Saat sebelum seminar ini dimulai, saya diminta oleh Bu Elly Risman untuk melakukan hal ini ! Sampaikan apa yang kalian dapatkan selama seminar ini kepada minimal 3 orang. Dan katakan kepada orang yang anda sampaikan, untuk menyampaikan kepada minimal 3 orang juga.

Saya menuliskan di blog saya ini, saya rasa yang membaca sudah lebih dari 3 orang. So amanah dari si Dr. Randall sudah saya jalankan. Nah buat anda yang sudah baca sampai sini, saya memberikan amanah kepada anda untuk meneruskannya lagi kepada minimal 3 orang.

Boleh anda ceritakan dari satu mulut ke mulut, pajang di tautan facebook anda ( Di bawah ada tombol ” Share On facebook ” ), anda kirim ke email teman anda, copy paste di blog anda. Kalau anda mau copy paste bulet bulet di blog anda juga gak papa. Anda cantumkan sumber dan linknya ya bagus. Gak mencantumkan juga gak papa.

Yang penting pengetahuan ini bisa tersebar kepada seluruh penduduk Indonesia. Mari bersama – sama berjuang untuk melawan pornografi yang sedang merebak di negeri kita ini. Dari diri kita, anak – anak kita, untuk sekitar dan teman – teman kita. Dan untuk negara kita tercinta.

copas dari :http://khalidabdullah.com/mengagetkan/bahaya-pornografi-sesungguhnya-secara-detail-yang-sangat-amat-perlu-anda-tahu/

5 Jan 2011

21 Kunci Kejayaan Dunia dan Akhirat

فجعل مفتاح الصلاة: الطهور.

1. Kunci shalat adalah Taharah/Kebersihan.
ومفتاح الحج: الإحرام.

2. Kunci Haji adalah Ihram dan menjauhi perkara yang diharamkan semasa haji.
ومفتاح البر: الصدق.

3. Pintu segala kebaikan adalah bersikap benar dalam semua perkara.
ومفتاح الجنة: التوحيد.

4. Kunci Syuga adalah Bertauhid kepada Allah SWT.
ومفتاح العلم: حسن السؤال وحسن الإصغاء.

5. Kunci Ilmu adalah bertanya kepada guru secara penuh beradab.
ومفتاح النصر والظفر: الصبر.

6. Kunci kejayaan adalah Kesabaran.
_ومفتاح المزيد: الشكر.

7. Kunci kemajuan/Kelebihan  adalah bersyukur.
ومفتاح الولاية: المحبة والذكر.

8. Kunci Kekuasaan adalah Berkasih-sayang dan ingat mengingati.
ومفتاح الفلاح: التقوى.

9. Kunci Kejayaan adalah Bertaqwa.
ومفتاح التوفيق: الرغبة والرهبة.

10. Kunci Taufiq adalah Berkasih sayang dan mencintai Allah SWT.
ومفتاح الإجابة: الدعاء.

11. Kunci segala kemaqbulan adalah berdoa.
ومفتاح الرغبة في الآخرة: الزهد في الدنيا.

12. Kunci kecintaan Akhirat adalah meninggalkan segala perkara haram di dunia.
ومفتاح الإيمان: التفكير فيما دعا الله عبادة إلى التفكر فيه.

13. Kunci Keimanan adalah berfikir kepada apa yang mendorong beribadat kepada Allah SWT dan bertadabbur kepadanya.
ومفتاح الدخول على الله: إسلام القلب وسلامته له والإخلاص له في الحب والبغض والفعل والترك.

14. Kunci bertemu dengan Allah SWT adalah Hati sejahtera dari segala dosa, Ikhlas dalam bercinta kepada Allah SWT, Membenci dan meninggalkan segala perkara yang Allah SWT larang dan benci.
ومفتاح حياة القلب: تدبر القرآن، والتضرع بالأسحار، وترك الذنوب.

15. Kunci menghidupkan hati mencintai Allah SWT adalah Bertadabbur kepada ayat-ayat Al-Quran,menjauhi perkara berkaitan dengan sihir dan meninggalkan segala dosa.
ومفتاح حصول الرحمة: الإحسان في عبادة الخالق، والسعي في نفع عبيده.

16. Kunci mencapai rahmat adalah mengamalkan konsep Al-Ihsan dalam beribadat kepada Allah SWT dan berusaha berbakti kepada hamba-hamba Allah SWT.
ومفتاح الرزق: السعي مع الاستغفار والتقوى.

17. Kunci rezeki adalah berusaha dengan penuh Istighfar dan bertaqwa kepada Allah SWT.
ومفتاح العز: طاعة الله ورسوله.

18. Kunci kemuliaan adalah Taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
ومفتاح الاستعداد للآخرة: قصر الأمل.

19. Kunci kejayaan di Akhirat adalah pendek angan-angan.
ومفتاح كل خير: الرغبة في الله والدار الآخرة.

20. Kunci segala kebaikan adalah Cinta kepada Allah SWT dan Cinta Alam Akhirat.
ومفتاح كل شر: حب الدنيا وطول الأمل.


21. Kunci segala kejahatan adalah Cinta dunia dan panjang angan-angan.


وهذا باب عظيم من أنفع أبواب العلم، وهو معرفة مفاتيح الخير والشر، لا
يوفق لمعرفته ومراعاته إلا من عظم حظه وتوفيقه، فإن الله سبحانه جعل لكل خير وشر مفتاحا وبابا يدخل منه إليه.

Source:Blog Peribadirasullulah

4 Jan 2011

Smua indah pada waktuNya.. :)

Mungkinkah harus ku kubur dalam rasa ini ?
Rasa yg tak semestinya ada.. dan tumbuh layaknya asa…
Ataukah ku tunggu sampai saatnya tiba…
Ku harus berkata2… untukmu…
Dan menyakinkanmu…
Agar kau tahu… !
Yg tersimpan rapi dalam hatiku…

Tidak… !!
Q tak ingin sesuatu terjadi padamu…
Sesuatu yang mungkin mengusikmu.. bahkan menganggumu…
Itu yang q takutkan…
Lebih baik seperti ini… seperti teman.. yg tak pernah hilang…
Dari pada  sebagai kekasih dan akhirnya menyakitkan…

Biarlah…
Smua tersimpan rapi di sana
Dalam ruang – ruang ketulusan…
Dalam binar kebahagiaan…
Karena q yakin pasti kan kutemukan…
Sosok itu.. walaupun mungkin bukan dirimu…
Sahabat q…

Biarlah.. rasa itu damai dlm peraduanNya…
Biarlah inner mu jadi inspirasi… untuk ku…
Layaknya warna2 pelangi,, yang slalu menghiasi…
Layaknya embun pagi… menyejukan hati…
Karena satu hal yang q yakini…
Dan itu pasti terjadi…
Smua indah pada waktuNya…
Amin Ya Rabb…


Nb : 4 Someone has been inspired.. me…  t q  :)

7 Langit, 7 Malaikat Penjaga, n’ 7 Amal Sang Hamba

Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu.
Dari Ibnu Mubarak dan Khalid bin Ma’dan, mereka berkata kepada Mu’adz bin Jabal, “Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yang telah Rasulullah ajarkan kepadamu, yang telah dihafal olehmu dan selalu diingat-ingatnya karena sangat kerasnya hadits tersebut dan sangat halus serta dalamnya makna ungkapannya. Hadits manakah yang engkau anggap sebagai hadits terpenting?”
Mu’adz menjawab, “Baiklah, akan aku ceritakan…” Tiba-tiba Mu’adz menangis tersedu-sedu. Lama sekali tangisannya itu, hingga beberapa saat kemudian baru terdiam. Beliau kemudian berkata, “Emh, sungguh aku rindu sekali kepada Rasulullah. Ingin sekali aku bersua kembali dengan beliau…”. Kemudian Mu’adz melanjutkan:

Suatu hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw. yang suci, saat itu beliau tengah menunggangi untanya. Nabi kemudian menyuruhku untuk turut naik bersama beliau di belakangnya. Aku pun menaiki unta tersebut di belakang beliau. Kemudian aku melihat Rasulullah menengadah ke langit dan bersabda, “Segala kesyukuran hanyalah diperuntukkan bagi Allah yang telah menetapkan kepada setiap ciptaan-Nya apa-apa yang Dia kehendaki. Wahai Mu’adz….!
Labbaik, wahai penghulu para rasul….!
Akan aku ceritakan kepadamu sebuah kisah, yang apabila engkau menjaganya baik-baik, maka hal itu akan memberikan manfaat bagimu. Namun sebaliknya, apabila engkau mengabaikannya, maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah Azza wa Jalla….!
Wahai Mu’adz…
Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkati dan Mahatinggi telah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan petala langit dan bumi. Pada setiap langit terdapat satu malaikat penjaga pintunya, dan menjadikan penjaga dari tiap pintu tersebut satu malaikat yang kadarnya disesuaikan dengan keagungan dari tiap tingkatan langitnya.

Suatu hari naiklah malaikat Hafadzah dengan amalan seorang hamba yang amalan tersebut memancarkan cahaya dan bersinar bagaikan matahari. Hingga sampailah amalan tersebut ke langit dunia (as-samaa’I d-dunya) yaitu sampai ke dalam jiwanya. Malaikat Hafadzah kemudian memperbanyak amal tersebut dan
mensucikannya.
Namun tatkala sampai pada pintu langit pertama, tiba-tiba malaikat penjaga pintu tersebut berkata, “Tamparlah wajah pemilik amal ini dengan amalannya tersebut!! Aku adalah pemilik ghibah… Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk mencegah setiap hamba yang telah berbuat ghibah di antara manusia -membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan orang lain yang apabila orang itu mengetahuinya, dia tidak suka mendengarnya- untuk dapat melewati pintu langit pertama ini….!!”
Kemudian keesokan harinya malaikat Hafadzah naik ke langit beserta amal shalih seorang hamba lainnya. Amal tersebut bercahaya yang cahayanya terus diperbanyak oleh Hafadzah dan disucikannya, hingga akhirnya dapat menembus ke langit kedua. Namun malaikat penjaga pintu langit kedua tiba-tiba berkata, “Berhenti kalian…! Tamparlah wajah pemilik amal tersebut dengan amalannya itu! Sesungguhnya dia beramal namun dibalik amalannya itu dia menginginkan penampilan duniawi belaka (‘aradla d-dunya).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalan si hamba yang berbuat itu melewati langit dua ini menuju langit berikutnya!” Mendengar itu semua, para malaikat pun melaknati si hamba tersebut hingga petang harinya.

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan sang hamba yang nampak indah, yang di dalamnya terdapat shadaqah, shaum-shaumnya serta perbuatan baiknya yang melimpah. Malaikat Hafadzah pun memperbanyak amal tersebut dan mensucikannya hingga akhirnya dapat menembus langit pertama dan kedua. Namun ketika sampai di pintu langit ketiga, tiba-tiba malaikat penjaga pintu langit tersebut berkata, “Berhentilah kalian…! Tamparkanlah wajah pemilik amalan tersebut dengan amalan-amalannya itu! Aku adalah penjaga al-Kibr (sifat takabur). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku, karena selama ini dia selalu bertakabur di hadapan manusia ketika berkumpul dalam setiap majelis pertemuan mereka….”

Malaikat Hafadzah lainnya naik ke langit demi langit dengan membawa amalan seorang hamba yang tampak berkilauan bagaikan kerlip bintang gemintang dan planet. Suaranya tampak bergema dan tasbihnya bergaung disebabkan oleh ibadah shaum, shalat, haji dan umrah, hingga tampak menembus tiga langit
pertama dan sampai ke pintu langit keempat. Namun malaikat penjaga pintu tersebut berkata, “Berhentilah kalian…! Dan tamparkan dengan amalan-amalan tersebut ke wajah pemiliknya..! Aku adalah malaikat penjaga sifat ‘ujub (takjub akan keadaan jiwanya sendiri). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku agar ridak membiarkan amalannya melewatiku hingga menembus langit sesudahku. Dia selalu memasukkan unsur ‘ujub di dalam jiwanya ketika melakukan suatu perbuatan…!”

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan seorang hamba yang diiring bagaikan iringan pengantin wanita menuju suaminya. Hingga sampailah amalan tersebut menembus langit kelima dengan amalannya yang baik berupa jihad, haji dan umrah. Amalan tersebut memiliki cahaya bagaikan sinar matahari.
Namun sesampainya di pintu langit kelima tersebut, berkatalah sang malaikat penjaga pintu, “Saya adalah pemilik sifat hasad (dengki). Dia telah berbuat dengki kepada manusia ketika mereka diberi karunia oleh Allah. Dia marah terhadap apa-apa yang telah Allah ridlai dalam ketetapan-Nya. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal tersebut melewatiku menunju langit berikutnya…!”

Malaikat Hafadzah lainnya naik dengan amalan seorang hamba berupa wudlu yang sempurna, shalat yang banyak, shaum-shaumnya, haji dan umrah, hingga sampailah ke langit yang keenam. Namun malaikat penjaga pintu langit keenam berkata, ‘Saya adalah pemilik ar-rahmat (kasih sayang). Tamparkanlah amalan
si hamba tersebut ke wajah pemilikinya. Dia tidak memilki sifat rahmaniah sama sekali di hadapan manusia. Dia malah merasa senang ketika melihat musibah menimpa hamba lainnya. Rabb Pemeliharaku memerintahkanku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku menuju langit berikutnya…!’
Naiklah malaikat Hafadzah lainnya bersama amalan seorang hamba berupa nafkah yang berlimpah, shaum, shalat, jihad dan sifat wara’ (berhati-hati dalam bermal). Amalan tersebut bergemuruh bagaikan guntur dan bersinar bagaikan bagaikan kilatan petir. Namun ketika sampai pada langit yang ketujuh, berhentilah amalan tersebut di hadapan malaikat penjaga pintunya. Malaikat itu berkata, ‘Saya adalah pemilik sebutan (adz-dzikru) atau sum’ah (mencintai kemasyhuran) di antara manusia. Sesungguhnya pemilik amal ini
berbuat sesuatu karena menginginkan sebutan kebaikan amal perbuatannya di dalam setiap pertemuan. Ingin disanjung di antara kawan-kawannya dan mendapatkan kehormatan di antara para pembesar. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amalannya menembus melewati pintu langit ini menuju langit sesudahnya. Dan setiap amal yang tidak diperuntukkan bagi Allah ta’ala secara ikhlas, maka dia telah berbuat riya’, dan Allah Azza wa Jalla tidak menerima amalan seseorang yang diiringi dengan riya’ tersebut….!’

Dan malaikat Hafadzah lainnya naik beserta amalan seorang hamba berupa shalat, zakat, shaum demi shaum, haji, umrah, akhlak yang berbuahkan hasanah, berdiam diri, berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka seluruh malaikat di tujuh langit tersebut beriringan menyertainya hingga terputuslah seluruh hijab dalam menuju Allah Subhanahu. Mereka berhenti di hadapan ar-Rabb yang Keagungan-Nya (sifat Jalal-Nya) bertajalli. Dan para malaikat tersebut menyaksikan amal sang hamba itu merupakan amal shalih yang diikhlaskannya hanya bagi Allah Ta’ala.

Namun tanpa disangka Allah berfirman, ‘Kalian adalah malaikat Hafadzah yang menjaga amal-amal hamba-Ku, dan Aku adalah Sang Pengawas, yang memiliki kemampuan dalam mengamati apa-apa yang ada di dalam jiwanya. Sesungguhnya dengan amalannya itu, sebenarnya dia tidak menginginkan Aku. Dia menginginkan selain Aku…! Dia tidak mengikhlaskan amalannya bagi-Ku. Dan Aku Maha Mengetahui terhadap apa yang dia inginkan dari amalannya tersebut. Laknatku bagi dia yang telah menipu makhluk lainnya dan kalian semua, namun Aku sama sekali tidak tertipu olehnya. Dan Aku adalah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, Yang memunculkan apa-apa yang tersimpan di dalam kalbu-kalbu. Tidak ada satu pun di hadapan-Ku yang tersembunyi, dan tidak ada yang samar di hadapan-Ku terhadap segala yang tersamar….. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang belum terjadi. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah berlalu sama dengan pengetahuan-Ku terhadap yang akan datang. Dan pengetahuan-Ku terhadap segala sesuatu yang awal sebagaimana pengetahuan-Ku terhadap segala yang akhir. Aku lebih mengetahui sesuatu yang rahasia dan tersembunyi. Bagaimana mungkin hamba-Ku menipu-Ku dengan ilmunya. Sesungguhnya dia hanyalah menipu para makhluk yang tidak memiliki pengetahuan, dan Aku Maha Mengetahui segala yang ghaib. Baginya laknat-Ku….!!

Mendengar itu semua maka berkatalah para malaikat penjaga tujuh langit beserta tiga ribu pengiringnya, ‘Wahai Rabb Pemelihara kami, baginya laknat-Mu dan laknat kami. Dan berkatalah seluruh petala langit, ‘Laknat Allah baginya dan laknat mereka yang melaknat buat sang hamba itu..!
Mendengar penuturan Rasulullah Saw. sedemikian rupa, tiba-tiba menangislah Mu’adz Rahimahullah, dengan isak tangisnya yang cukup keras…Lama baru terdiam kemudian dia berkata dengan lirihnya, “Wahai Rasulullah……Bagaimana bisa aku selamat dari apa-apa yang telah engkau ceritakan tadi…??”
Rasulullah bersabda, “Oleh karena itu wahai Mu’adz…..Ikutilah Nabimu di dalam sebuah keyakinan…”.
Dengan suara yang bergetar Mu’adz berkata, “Engkau adalah Rasul Allah, dan aku hanyalah seorang Mu’adz bin Jabal….Bagaimana aku bisa selamat dan lolos dari itu semua…??”

Nabi yang suci bersabda, “Baiklah wahai Mu’adz, apabila engkau merasa kurang sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan ghibah dan fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara-saudaramu yang sama-sama memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah atau memfitnah orang lain, haruslah ingat kepada pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau telah mengetahui bahwa dalam jiwamu pun penuh dengan aib-aib. Janganlah engkau mensucikan jiwamu dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Jangan angkat derajat jiwamu dengan cara menekan orang lain. Janganlah tenggelam di dalam memasuki urusan dunia sehingga hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang, padahal di sebelahmu terdapat orang lain yang tidak diikutsertakan. Jangan merasa dirimu agung dan terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan membuat habis terputus nilai kebaikan-kebaikanmu di dunia dan akhirat. Janganlah berbuat keji di dalam majelis pertemuanmu sehingga akibatnya mereka akan menjauhimu karena buruknya akhlakmu. Janganlah engkau ungkit-ungkit kebaikanmu di hadapan orang lain. Janganlah engkau robek orang-orang dengan lidahmu yang akibatnya engkau pun akan dirobek-robek oleh anjing-anjing Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Demi yang merobek-robek dengan merobek yang sebenar-benarnya…” (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan dirobek hingga mencapat tulang……..

Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu’adz kembali bertanya dengan suaranya yang semakin lirih, “Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yang akan mampu melakukan itu semua….??”
“Wahai Mu’adz…! Sebenarnya apa-apa yang telah aku paparkan tadi dengan segala penjelasannya serta cara-cara menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi dia yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala…. Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau akan mampu dan selamat dalam menempuhnya…..!!”
Khalid bin Ma’dan kemudian berkata bahwa Mu’adz bin Jabal sangat sering membaca hadits tersebut sebagaimana seringnya beliau membaca Alquran, dan sering mempelajarinya serta menjaganya sebagaimana beliau mempelajari dan menjaga Alquran di dalam majelis pertemuannya.

Al-Ghazali Rahimahullah kemudian berkata, “Setelah kalian mendengar hadits yang sedemikian luhur beritanya, sedemikian besar bahayanya, atsarnya yang sungguh menggetarkan, serasa akan terbang bila hati mendengarnya serta meresahkan akal dan menyempitkan dada yang kini penuh dengan huru-hara yang mencekam. Kalian harus berlindung kepada Rabb-mu, Pemelihara Seru Sekalian Alam. Berdiam diri di ujung sebuah pintu taubat, mudah-mudahan kalbumu akan dibuka oleh Allah dengan lemah lembut, merendahkan diri dan berdoa, menjerit dan menangis semalaman. Juga di siang hari bersama orang-orang yang merendahkan diri, yang menjerit dan selalu berdoa kepada Allah Ta’ala. Sebab itu semua adalah sebuah persoalan bersar dalam hidupmu yang kalian tidak akan selamat darinya melainkan disebabkan atas pertolongan dan rahmat Allah Ta’ala semata.

Dan tidak akan bisa selamat dari tenggelamnya di lautan ini kecuali dengan hadirnya hidayah, taufiq serta inayah-Nya semata. Bangunlah kalian dari lengahnya orang-orang yang lengah. Urusan ini harus benar-benar diperhatikan oleh kalian. Lawanlah hawa nafsumu dalam tanjakan yang menakutkan ini. Mudah-mudahan kalian tidak akan celaka bersama orang-orang yang celaka. Dan mohonlah pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala, kapan saja dan dalam kadaan bagaimanapun. Dialah yang Maha Menolong dengan sebaik-baiknya…
Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah…
Sumber : http://www.hudzaifah.org/Article220.phtml

Tanggalan